Saranghae Appa

Part 2

Pagi yang cerah di rumah keluarga kecil Kris. Ia sangat senang sejak di beritahu kalau ia akan punya putra lagi. Seperti kehamilan sebelumnya, ia sangat berharap anaknya yeoja. Kris sangat mencintai Yoona istrinya. Namun tak bisa di pungkiri kalau ia terkesan cuek pada putra pertamanya. Itu terjadi begitu saja, ia hanya menampilkan sedikit kekecewaanya.

Kris sangat ingin memiliki anak perempuan. Di keluarganya, semua saudara Kris namja. Tidak ada seorangpun yeoja, ya..kecuali ibunya tentu saja.
.
.
.
Kris dan Yoona sudah duduk di meja makan menunggu Luhan selesai mandi. Hari ini Luhan bersikeras ingin mandi sendiri, tidak mau dimandiin.

Setelah beberapa lama Luhan keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga dengan hati hati.

“Appa!! Huh! Semalam Appa pulang?! Appa tau? Luhan menunggu Appa, Eomma nakal! Eomma bilang tidak akan membiarkan Luhan tidur! Tapi Luhan tidur sebelum Appa pulang!!” seru Luhan sambil berlari ceria kearah ibu dan ayahnya.

“Eoh!! Luhan sudah selesai mandi? Ayo duduk! Kita makan!” tak mengindahkan protesan Luhan padanya, Yoona malah mengalihkan pembicaraan.

Bukannya duduk di kursinya, Luhan malah berhenti di depan ayahnya. Mengangkat kedua tanganya meminta di gendong.

“Appa!!”

“Lu! Duduklah kita makan!” ucap Appanya tak memperdulikan permintaan Luhan.

“Shireo!! Luhan mau gandong!!” seru Luhan bersikeras. Luhan memang sangat keras kepala.

“Luhan duduk!!” tegas Kris

“Eomma!!! Appa tidak mau menggendong Luhan!! Appa tidak merindukan Luhan!!” rengek Luhan pada Eommanya.

“Luhan.. Appa sudah sangat lapar, jadi gendongnya nanti saja ya!! Kalau Appa gendong sekarang, Appa tidak akan kuat!! Luhan kan sekarang sudah berat.” bujuk Yoona. Bohong jika ia bilang Luhan berat dan suaminya tidak akan bisa menggendongnya. Ia saja tadi malam mampu menggendong Luhan, apalagi suaminya. Sebenarnya Luhan sama sekali tidak berat, malah ia sangat ringan.

“Jinjayo?? Baiklah gendongnya nanti saja.” akhirnya Luhan menyerah dan mulai mendudukkan dirinya di kursi sebelah Appanya.
.
.
.
.
Tbc

Tbc dulu ya.. Kalo mau dilanjut tolong vote dan coment nya.😺

Iklan

Saranghae Appa!!

 

Part 1

‚Äč”Eomma! Apa hari ini Appa akan pulang?” ucapan polos khas anak kecil itu berhasil membuyarkan lamunan ibunya.

“Eoh, Luhan. Kau belum tidur? Ini sudah malam sayang..” 
“Tidak eomma!! Aku mau menunggu Appa pulang!!” jawab Luhan bersikeras.
“Lu..kau harus tidur sayang! Ayo sini eomma gendong!” ujar eomma Luhan merentangkan kedua tanganya hendak menggendong Luhan.
Namun, bukannya menghambur ke gendongan eommanya, Luhan malah menggelengkan kepalanya keras sambil mengerucutkan bibirnya.
“Eomma!! Aku belum mau tidur!!” ucap Luhan keras kepala.
“Ayolahhh Lu…” bujuk eommanya.
Luhan masih pada posisinya.
“Hhhh…baiklah. Kau eomma gendong, tapi eomma tidak akan membiarkanmu tidur. Bagaimana?” tawar eommanya. 
Sebenarnya ia tidak bisa menjamin sih kalau Luhan tidak akan tertidur dalam gendongannya. Luhan selalu saja mengantuk jika sudah ia gendong.
Yoona P.O.V.
Ku dekap Luhan di dadaku, aku sangat menyayanginya. Luhan adalah putra pertamaku. Tubuhnya kecil, sehingga terasa pas dalam dekapanku. Akhir akhir ini ia selalu menunggu Appanya yang super sibuk itu pulang. 
Dengan pelan ku elus rambut Luhan membelainya penuh kasih sayang. Harus ku akui kalau Luhan memang kekurangan kasih sayang dari Appanya.

Apa adiknya juga akan mengalami hal yang sama?
Perlahan ku dudukkan tubuhku di kursi meja makan, merasa kesal juga menunggu suami yang belum tentu akan pulang. Terdengar nafas Luhan yang mulai teratur. Sepertinya ia sudah terlelap, tapi kalau aku menidurkannya di kamar, Luhan pasti kembali terbangun.
Normal P.O.V 
Clek
Suara pintu utama dibuka dari luar. Seorang namja tampan memasuki rumah itu. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh bagian rumahnya, dan terpaku melihat istri dan anaknya yang tertidur di meja makan dalam posisi duduk.
Dengan langkah pelan ia berjalan menuju anak dan istrinya itu.
“Yeobbo..ireona!!.. Kenapa kalian tidur disini?” dengan pelan ia mengguncangkan tubuh istrinya.
“Euhh.. Kau sudah pulang” leguh Yoona membuat Luhan sambil menggeliat tak nyaman.
“Yeobbo! Ayo ke kamar, kalian bisa sakit jika tidur disini. Sini biar aku yang memindahlan Luhan.” ajak Kris sambil mengambil alih Luhan pada gendongannya. 
Luhan kembali menggeliat. Namun setelah mendapat posisi yang enak, ia kembali tidur nyenyak.
Kris membawa Luhan ke kamar dan menidurkannya di ranjang. Setelah itu, Kris segera berbalik dan berjalan menuju kamarnya.
Terlihat istrinya yang sudah berbaring membelakanginya. Dengan lembut, ia telusupkan kedua tangannya pada pinggang istrinya. Mencoba memeluknya.
“Yeobbo..apa kau sudah tidur?” tanya Kris pada istrinya.
“Belum, Yeobbo..apa kau tidak bisa pulang lebih cepat? Kasihan Luhan, ia selalu menunggumu. Katanya ingin dipeluk Appa..” tanya Yoona pelan.
“Hemh..entahlah, kau tau sendiri pekerjaanku?” jawab Kris sekenanya.
“Kau tau?! Aegya juga ingin di peluk Appa..” ucap Yoona mengagetkan Kris. 
Aegya? Kris pikir disini tidak ada aegya. Luhan kan sudah lumayan besar. Luhan sudah tidak bisa disebut aegya lagi, umurnya sudah empat tahun.
“Jangan bercanda Yeobbo..tidak ada aegya disini..Oh!! Apa maksudmu! Aegya nya itu kau sendiri?” tanya Kris sambil tertawa.
“Ada! Disini ada aegya! Lihat ini!” ucap Yoona menyodorkan sebuah map biru yang sejak tadi ia pegang.
“Apa ini?” tanya Kris penasaran.
“Baca saja!” 
Kris pun mulai membaca dan beberapa saat kemudian ia melebarkan kedua matanya.
“Yeobbo.. Apa ini benar?” tanya Kris memastikan.
“Yea.. Dokter bilang itu benar..” jawab Yoona dengan wajahnya yang mulai memanas.
“Jadi! Luhan akan punya adik?”

Tbc

Hai semua..aku datang membawa ff nihh. Mohon vote dan coment nya ya.. Gomawo..